Sampai Jumpa Kembara Parang | Tiraini

Sampai Jumpa Kembara Parang

Tidak terasa waktu cepat berlalu. Sebulan lebih kami mengabdi di Desa Parang, Kec. Karimunjawa, Provinsi Jawa Tengah. Berbagai cerita telah mengisi dan mewarnai hari-hari kami. Menyisakan sedih, senang, haru, pilu serta indahnya kenangan. Tulisan ini menggambarkan perjalanan pulang kami menuju tanah Jawa, Kota Solo tercinta. Sampai Jumpa Kembara Parang, Sayonara Parang.

Puisi - Tidak terasa waktu cepat berlalu. Sebulan lebih kami mengabdi di Desa Parang, Kec. Karimunjawa, Provinsi Jawa Tengah. Berbagai cerita telah mengisi dan mewarnai hari-hari kami. Menyisakan sedih, senang, haru, pilu serta indahnya kenangan.
Cerita kami memang tak selalu manis, tapi tak sampai juga membuat hati teriris. Bersenda gurau, tertawa bersama, atau bermain bersama anak-anak setempat selalu dapat mengobati rasa resah kami, rindu kami terhadap rumah, atau galaunya kami menghadapi sinyal susah. Tak jarang juga kami berselisih pendapat, bahkan bersitegang satu sama lain. Namun hal ini tak meredupkan cahaya persahabatan kami yang justru malah semakin terang. Semangat kekeluargaan, rasa menghormati dan menjaga satu sama lain pun kian tumbuh subur. Tertawa bersama, bermain bersama, mengajari anak-anak setempat, dan berbincang dengan warga menjadi moment yang akan terus kami rindukan. Kini tiba waktunya bagi kami kembali ke Solo.
sayonara_parang_1
Rabu, 21 Februari 2018 tepat pukul 7 pagi, kami membawa barang-barang bawaan kami menuju dermaga timur, tempat kapal pertama kami bersandar. Bersama teman setia kami, Tossa, kami melesat dari kediaman Pak Zaenal selaku Petinggi desa Parang, menuju dermaga. Setelah berpamitan dengan beberapa warga dan anak-anak yang dengan setia mengantar kami hingga ujung dermaga, kami bergegas berangkat menuju Pulau Karimunjawa. Rasa haru dan isak tangis pun tak dapat dibendung antara kami dengan warga desa dan anak-anak yang telah mewarnai hari-hari kami.
sayonara_parang_2
Perjalanan ini kami lalui sekitar 2 jam. Pagi itu cuaca sangat cerah, sehingga selama perjalanan kami dapat menikmati indahnya pemandangan laut Karimunjawa sambil sesekali mengambil foto dengan ponsel kami. Beberapa tertidur pulas di dalam kapal, sementara yang lain asyik mengobrol sambil menyibukkan tangan dan mulut. Kapal pun semakin jauh meninggalkan pulau Parang, kini nyaris tak terlihat.
Kami sampai di Karimunjawa sekitar pukul 9 pagi. Sesampainya di Karimunjawa, kami masih harus menunggu sekitar 2 jam, karena kapal yang menyebrangkan kami ke Pulau Jawa berangkat pukul 11 pagi. Sembari menunggu, kami menyempatkan diri untuk beristirahat serta mengisi perut terlebih dahulu. Kami sempat bertemu dan berpamitan dengan pak Petinggi Parang yang kebetulan sedang tugas dinas dan singgah di Karimunjawa. Tak lupa kami juga memastikan seluruh anggota kelompok kami mendapatkan tiket, dan bus yang membawa kami ke Solo sudah diberi kabar.
sayonara_parang_3
Kami bertolak dari Karimunjawa pukul 11 pagi dan mendarat di dermaga Kartini sekitar pukul 1 siang. Selama perjalanan ini, kami hanya fokus melihat film yang disuguhkan pengelola kapal, meskipun tak sedikit juga dari kami yang tertidur pulas. Sesampainya di Jepara, kami bergegas mengambil 2 motor teman kami yang sengaja kami titipkan sebelumnya. Tak lama kemudian, 2 motor teman kami datang, disusul dengan kedatangan bus yang menjemput kami.
Dalam perjalanan menuju Solo, kami tidak lagi bersama, karena 3 orang dari kami harus mengendarai motor sementara yang lain ikut bis. Aku adalah salah satu yang diberi tanggungjawab mengendarain motor sampai Solo. Kami berangkat sekitar pukul 4 sore, dengan harapan agar tidak terlalu larut malam ketika sampai. Sementara bus berangkat sekitar setengah jam setelah kami berangkat. Mengendarai motor dari Jepara menuju Solo ternyata bukan perkara yang mudah. Sesekali kami diharuskan untuk berhenti sejenak. Selain untuk beristirahat, juga karena kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Perjalanan kami tergolong lancar. Bus kami sampai di Solo sekitar pukul 22.30 malam. Sementara yang mengendarai motor tiba lebih akhir sekitar pukul 11 malam, karena mengalami beberapa hambatan yang mengharuskan untuk berhenti sejenak. Sesampainya di Solo, kami kembali mengemasi barang-barang kami dan kembali ke kost serta rumah masing-masing.

Sayonara Parang

Di pagi yang sejuk
Kami beranjak dari tempat duduk
Membawa ransel dengan tertunduk
Merasa emosi yang bercampur aduk

Tak kuasa
Kami beranjak menuju ujung desa
Diantar teman setia kami… Tossa
Menetes air mata ini tak terasa

Tangis kami pecah
Tatkala teringat kenangan indah
Suasana damai, penduduk ramah
Atau bermain bersama anak sekolah
Kini kami harus berpisah

Kapal kami sudah menunggu
Terbelenggu…
Di ujung dermaga tanpa tugu
Menanti kami tanpa ragu

Barang dimuat
Duduk merapat
Tak lupa memohon berkat
Kami pun berangkat

Perjalanan baru dimulai
Tinggal lah tanah yang damai
Bersama kenangan, indah terbingkai
Takkan terberai walau dihantam badai

Perjalanan terus berlanjut
Beberapa sudah berselimut
Yang lain asyik memandang laut
Membuat sibuk tangan dan mulut

Terkadang
Kami menoleh ke belakang
Memandang sayu pulau Parang
Kian lama kian menghilang

Hanya butuh waktu sebentar
Kapal sudah bersandar
Barang kembali dibongkar
Menunggu kembali dengan sabar

Sejenak... Bersantai mendengarkan ombak
Berfoto ria bersama kodak
Bercengkrama dengan sanak
Menyantap makanan enak
Ataupun tidur dengan nyenyak

Perjalanan masih jauh
Belum separuh yang kami tempuh
Kami tetap kukuh
Tak ada keluh, meski dibasahi peluh

Kami segera berpindah
Menuju kapal yang besar jua megah
Kembali memohon berkah
Sebelum kapal selesai singgah
Enyah, mengantar kami pulang ke rumah

Terdengar keras mesin berderu
Terdengar hampir di seluruh penjuru
Meluru…
Kami melesat seperti peluru
Melintasi laut biru

Lega rasanya di jiwa
Hati riang penuh tawa
Setelah bertaruh nyawa
Kami tiba di pulau Jawa

Kami pulang dari pulau Istimewa
Tak tau apa yang kami bawa
Hanya ada beragam peristiwa
Manis dikenang laksana halwa
Tak akan pernah membuat kecewa

Masih terngiang
Tidur tanpa ranjang
Makan dalam satu ruang
Serunya berbincang-bincang
Berburu mencari kerang
Sampai melihat indahnya karang

Setelah perjalanan panjang
Kini kami telah pulang
Semua akan selalu terkenang
Sayonara Parang
Label:

Post a Comment

[disqus]

Tiraini

{facebook#https://www.facebook.com/rzlnhd/} {twitter#https://twitter.com/rzlnhd/} {instagram#https://www.instagram.com/rzlnhd/} {pinterest#https://id.pinterest.com/Mr96Rizal/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget